Lele merupakan sumber protein hewani yang baik yang murah dan mudah dibudidayakan di sekitar rumah, selain ayam kampung. Masyarakat desa Sumberejo sudah mulai mencoba untuk menjadikan lele sebagai alternatif sumber protein hewani mereka selain ayam dan telur.
Beberapa waktu lalu dengan
dukungan dari pemerintah desa dan tokoh, masyarakat setempat mulai ujicoba mengembangkan budidaya lele di sekitar rumah. Alat-alat yang dibutuhkan juga sangat sederhana yaitu terpal, sehingga kolam lele dapat dibersihkan dan diperbaharui pada periode tertentu agar panen lelenya optimal.
dukungan dari pemerintah desa dan tokoh, masyarakat setempat mulai ujicoba mengembangkan budidaya lele di sekitar rumah. Alat-alat yang dibutuhkan juga sangat sederhana yaitu terpal, sehingga kolam lele dapat dibersihkan dan diperbaharui pada periode tertentu agar panen lelenya optimal.
Sebagai bentuk kampanye untuk mensukseskan budidaya tersebut, masyarakat desa membentuk Gerakan Bola Volley (Gerakan Bumil, Orang Tua, Lansia, Anak-anak dapat Lele) untuk peningkatan gizi. Harapannya dengan adanya gerakan ini, pemenuhan gizi terhadap ibu hamil, lansia, anak-anak dapat terpenuhi denganbaik dengan biaya yang tidak mahal.
Saat ini terdapat beberapa kolam lele yang ada di masyarakat. Budidaya lele ini memang masih cukup baru bagi warga, namun hal tersebut tidak mengurangi antusias masyarakat untuk mencobanya. Rata-rata ukuran per kolam adalah 2-3 meter x 4-5 meter. Kolam lele tersebut dibentuk bukan dengan menggali, namun dari terpal yang dibentuk menyerupai kolam. Kolam yang cukup praktis tersebut rata-rata diberi lebih dari 1.000 bibit lele.
Comments
Post a Comment